Stay Inspired
Memimpin Belasan Bisnis hingga Menebar Semangat Women Empowerment
23 September 2016
1689 view

Perempuan bernama Aulia Halimatussadiah, namun lebih dikenal sebagai Ollie Salsabeela ini sedang fokus mengelola ZETTA Media, sebuah digital media network yang ditujukan bagi anak muda di Indonesia. Namun, ZETTA Media bukan bisnis pertama yang digeluti Ollie dalam bidang teknologi dan digital. Sebelumnya, dia sudah pernah membuat toko buku online dan situs untuk platform menerbitkan buku. Melalui berbagai aktivitas tersebut, Ollie juga aktif menyebarkan semangat women empowerment, khususnya di Indonesia.

Menggabungkan Passion dan Skill

Ketertarikan Ollie terhadap dunia teknologi sudah muncul sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Bahkan saat itu, dia sudah tertarik membuat website sendiri. Tidak heran, ketika lulus SMA, Ollie mantap mengambil kuliah jurusan Teknik Informatika. Lalu, setelah melalui masa kuliah, Ollie sempat bekerja selama 2,5 tahun di sebuah perusahaan konsultan. Hingga di usia 23 tahun, dia pun keluar dari pekerjaannya lalu membangun bisnis sesuai passion-nya, yakni dunia literatur.

Menggabungkan passion tersebut dan keahliannya dalam bidang teknologi, di tahun 2007 Ollie membangun toko buku online bernama kutukutubuku.com. Di saat yang sama, ia juga membangun bisnis web development house. Memasuki tahun 2010, Ollie menulis buku hingga enam belas buah, tapi keberuntungan tidak selalu berpihak padanya karena ternyata dia ditolak oleh penerbit.

Pengalaman kurang menyenangkan tersebutlah yang membuat Ollie sadar bahwa Indonesia belum punya channel cukup untuk membantu penulis menerbitkan buku mereka, jika karya mereka ditolak penerbit. Karena Ollie paham dasar-dasar teknologi yang dibutuhkan, Ollie dan beberapa temannya pun membangun nulisbuku.com.

Nulisbuku.com merupakan self-publishing platform pertama di Indonesia. Teman-teman bisa upload naskah. Kalau ada yang beli, baru dicetak sesuai permintaan dan nanti dapat royalti. Jadi, bisa dikatakan bahwa ini inovasi tersendiri,” jelas perempuan yang hobi baca, yoga, dan traveling ini.

Baca juga: Emily Jaury yang berawal dari coba-coba, hingga bisa memiliki gerai sendiri

 

Seiring dengan berjalannya waktu, Ollie kembali menemukan masalah bahwa orang-orang cenderung lama menulis karena lebih sibuk dengan pekerjaan utama mereka. Akhirnya, pada tahun 2015, Ollie membuat storial.co, sebuah platform menulis online sehingga pembaca bisa melihat progress penulisan, memberi komentar, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, jumlah pembaca dan penulis yang tergabung dalam platform tersebut mencapai kurang lebih 500.000 orang.

Memasuki awal tahun 2016, Ollie dan partnernya yang bernama Ega memutuskan untuk move on ke bisnis baru, yakni membangun ZETTA Media, sebuah digital media network yang hingga kini telah memiliki sebelas portal. Kontennya ditulis dan dikurasi oleh para anak muda, jadi kualitasnya pun otentik. Selama Ollie dan Ega fokus mengurus ZETTA Media, bisnis nulisbuku.com dan storial.co dipegang oleh partner lainnya.

Melihat banyaknya bisnis yang berhasil dia bangun, tidak lepas juga dari pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan. Perempuan yang mengaku tidak pernah penat dengan karirnya ini bilang bahwa membangun bisnis itu memang tidak gampang.

“Kita sebagai pengusaha harus ada di dua mindset pada saat yang bersamaan. Bagaimana running the business sama bagaimana mengembangkannya. Sekarang gimana sama besok gimana. This is exciting,” kata Ollie.

Kemudian Ollie sedikit bercerita bahwa selama berjalannya dua hal tersebut, ada satu pengalaman yang kurang menyenangkan. Pengalaman ketika mendapatkan partner yang tidak sejalan sampai akhirnya si partner tersebut mengkhianatinya.

Nggak cuman berat tapi juga mengejutkan. Menurut aku sih itu memang wajar di dalam bisnis. As long as we remember the bigger vision atas apa yang kita lakukan, itu nggak jadi masalah.”

Kepedulian Tinggi terhadap Perempuan Indonesia

Selain mengelola berbagai bisnis, Ollie juga aktif menjadi seorang mentor di berbagai tempat. Bahan mentoring-nya tidak terlepas dari peran perempuan dalam startup dan bisnis bidang teknologi. Ollie percaya bahwa perempuan memiliki karakter-karakter tersendiri yang bisa memperkaya dunia bisnis. Ollie mengungkapkan bahwa faktanya hingga kini kaum perempuan yang menjadi pemimpin bisnis baru mencapai 20%.

Demi meningkatkan awareness terhadap women empowerment, wanita kelahiran Yogyakarta, 17 Juni 1983 ini bahkan mengadakan kampanye Why Not melalui Girls in Tech Indonesia, salah satu bagian dari Girls in Tech Global yang merupakan wadah bagi para wanita di bidang teknologi.

“Kami melakukan kampanye Why Not dan menyebarkannya ke perempuan-perempuan melalui workshop, meet-up, mentoring, media sosial, dan lain-lain. Perempuan harus belajar tentang teknologi,” ujarnya penuh semangat.

Baru-baru ini, Ollie bercerita bahwa dia diundang ke Singapura untuk memberikan mentoring ke pegawai perempuan di salah satu perusahaan besar di sana. Menariknya, Ollie tidak memberikan mentoring tentang bisnis, melainkan tentang rutinitas meditasinya setiap pagi.

Meditasi inilah yang menjadi semangat Ollie untuk tuntunan hidupnya. Berkat meditasi pun, tak jarang ia mendapatkan inspirasi dalam setiap pekerjaannya. Dia percaya bahwa meditasi mampu membantunya meningkatkan produktivitas bekerja dan menjauhkan segala hal buruk dalam kehidupan sosial.

Berbagai Gelar dan Penghargaan

Kerja keras  yang Ollie lakukan  pun membuahkan hasil, yaitu berbagai gelar kehormatan dan penghargaan untuknya. Sebut saja di antaranya nih, 5 Geek Girls in Asia to Look Out For dari Girls in Tech USA, 10 Successful Female Tech Startup Founders in Indonesia, Inspiring Woman in ICT dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, One of 50 Inspiring People dari Majalah Intisari, Top 10 Women in Indonesia IT World dari Majalah InfoKomputer, dan lainnya!

Tentang penghargaan Ollie punya penilaian tersendiri soal itu, “Penghargaan itu sebenarnya untuk orangtua saya sih. That’s not for me. Saya bangga dan senang, tapi sebenarnya lebih kepada orangtua dan orang lain.” Melalui penghargaan, hal positifnya orang-orang makin aware dengan apa yang dilakukannya selama ini. Meski Ollie sendiri pun tidak concern dengan penghargaan-penghargaan yang dimilikinya tersebut.

Ollie dan Misi Selanjutnya

Ke depannya, Ollie ingin agar dia dapat memberi impact positif lebih banyak, terutama untuk penduduk di daerah pelosok Indonesia. Selain kemauan dan kemampuan, tentu dibutuhkan kepercayaan yang tinggi dalam mewujudkan misinya ini. Ollie punya masukan yang bagus banget untuk kamu nih yang ingin mengembangkan diri.

“Cara paling bagus adalah mengajar, yakni dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Percaya diri bisa tumbuh dari membuka diri untuk bicara di depan publik, baik di dalam dan luar negeri. Feedback yang diberikan orang-orang memberi perspektif bahwa saya memang punya sesuatu untuk dibagi,” ungkap Ollie.

Nah, terakhir kalau kamu ingin sukses, tips dari Ollie yaitu temukan dulu passion-mu dan satukan dengan kemampuan kamu. Setelah itu, berangkatlah dari masalah yang kamu temui sehari-hari. Coba tuangkan ide bagaimana kamu bisa menghadirkan solusi untuk masalah tersebut. Bisa jadi kamu justru mendapat inspirasi untuk membangun bisnis potensial. Jangan lupa untuk give back kepada orang lain atau lingkungan sekitar agar hal-hal yang kamu lakukan menularkan dampak positif.

Baca juga: Alamanda Shantika, aktivis & pendiri startup bermental baja

www.acerleration.com
Copyright © 2016 PT. Acer Indonesia. All Rights reserved